Skip to main content

Posts

Pendapatmu dan Pendapatku itu Berbeda

Selamat bermalam tahun baru 2017, kawan. Yups, dipenghujung tahun ini ada yg ingin aku ungkapkan. . Tentang pendapat kita dan pendapat orang lain. Pasti kita punya pendapat yg berbeda satu sama lain bukan ? Entah itu cita-cita, karir, planning, pendamping hidup, dan masih banyak lagi. Seharusnya dari perbedaan itu, kita saling menghargai satu sama lain. Sesuai dengan hati kita masing-masing, tanpa adanya paksaan dari orang lain. . Masalah cita-cita, tiap orang juga berbeda. Aku merasa punya cita-cita tinggi yg ingin kugapai, karena umurku jg masih 22 th. Jadi yg menentukan juga diriku sendiri. Dan yg lain nggak usah ikut campur. . Masalah karir juga berbeda, itu masih ada hubungannya dengan cita-citaku. . Masalah planning hidupku masih panjang untuk beberapa tahun ke depan. Aku merasa masih punya tanggung jawab, adikku mau dikemanakan kalau aku nuruti kata orang. Jalan adikku jg masih panjang. . Masalah pendamping hidup juga. Pendapatmu dan pendapatku berbeda. Aku juga masih...

Gadis Bodoh yang Mudah Tersepona dengan Seorang...

Hai, lama tak posting. Langsung to the point aja ya. . Sebenarnya pengen nulis cerita ini dari awal sampai akhir. Tapi ya, karna ada teman yg suka kepoin blogku daaa..an, lebih baik enggak deh 😪😏 . Sekitar 21 hari yg lalu, kira-kira seperti itu. Mau yg baca mudeng apa enggak, yg penting aku bisa keluarin uneg-unegku. Hehe. Daripada bicara sendiri kayak orang gila, mending ku tumpahkan disini. Begini ceritanya, dengan sedikit basa basi 😂 . Profesi, ya itulah. Dari suatu profesi, pasti ada banyak orang yg punya sifat dan sikap berbeda-beda. Nah, profesi ini (tidak aku sebutkan, coba aja  tebak), dari beberapa orang yg aku temui waktu itu, atau yg pernah aku temui, apalagi yg sudah tua. Mereka sangar-sangar dan tak ramah. Aku minta tolong, dikasih solusi, tapi ya nggak puas aja dengan pelayanannya. Entah mungkin karena mereka merasa hebat, bangga, atau apalah itu, menurutku 😅 . Tapi, ada yg beda waktu itu 😍 Saat aku men...

Aku Bahagia Bersama Kalian

Waktu begitu cepat berlalu. Empat tahun sudah aku bersama mereka. Meskipun ada perbedaan umur yang mencolok. Tapi mereka yang mengajarkanku arti kehidupan. Aku bahagia bersama mereka.. Ketika hidup itu harus memilih. Memilih yang mana yang harus dilalui. Ingin hidup seperti apa. Dulu aku tak punya rencana apapun dalam hidup. Entah.. Orang tuaku tidak ada yang mengajarkanku arti kehidupan. Egois. Yaah... Mungkin bisa dibilang seperti itu. Tapi entah, setelah aku bergabung bersama mereka, aku menemukan arti kehidupanku yang pasti.

Target Terpenuhi, tapi..

Hai.. Lama tak jumpa.. Sebelumnya, Selamat menunaikan ibadah puasa :) #telat To the point aja ya.. Hmm.. Dalam hidup, pasti kalian punya target. Begitu juga denganku. Lebaran ini dan bulan selanjutnya, aku punya beberapa target. Kebanyakan targetku adalah membeli barang yang aku inginkan. Untuk lebaran, ada banyak sekali target yg harus aku dapatkan. Terkadang, tidak semua target bisa dicapai. Ada juga target yg seharusnya dicapai di bulan selanjutnya, tapi tercapai di bulan ini. Dan itu sedang aku alami. Rasanya campur aduk, antara senang dan kecewa. Aku punya keinginan membeli rak buku. Aku targetkan bulan selanjutnya untuk membelinya. Tapi, saat ibuku ke pasar, beliau menghubungiku. Ibu melihat ada rak buku yg bagus. Karena aku pernah bilang ke ibu masalah keinginanku membeli rak buku. Katanya bagus. Aku agak ragu, tapi akhirnya setuju karena harganya juga lebih murah. Akhirnya, jeng...jeng.. Ini dia rak bukuku. Aku senang sekali, karena semua bukuku masuk di dalamnya. Lumayan...

Kehidupan

Mereka semua yang tak mengerti susahnya hidupku. Apa hidup ini hanya untuk uang ?  Kenapa hidup ini hanya untuk uang ?  Kenapa aku merasa mereka hanya membutuhkan uang ?  Kenapa harus uang ? Aku, menyadari semua ini. Dari dulu sampai saat ini, aku merasa persahabatan itu ditunjukkan dengan uang. Mereka yang sering tertawa bersama, mereka menghabiskan waktu bersama dengan uang. Dan memang benar, saat ini ketika aku bisa mencari uang sendiri, ketika aku punya uangku sendiri, aku bisa berteman dengan banyak orang. Tapi jika semua terpaksa, aku rasa tidak ada gunanya.